Bacaan Kejadian 21 : 1-7 dan Lukas 1 : 39-45
Dari Kitab Kejadian 21 : 1-7, kita mengetahui bahwa Ibu Sara mendapat kepenuhan janji Allah. Dia mengandung pada usia tua. Dari Ibu Sara, Bapa Abrahim mempunyai anak Iskak. Dari Injil Lukas 1 : 13, kita juga mengetahui bahwa Ibu Elisabet mengandung pada usia tua yang kemudian melahirkan Yohanes (Pembaptis). Dan Lukas 1, 26-38 mengisahkan tentang pewartaan malaikat Gabriel kepada Perawan Maria yang akan mengandung karena Roh Kudus. Dari ketiganya kita dapat mengatakan bahwa bagi orang yang percaya, janji Allah akan mendapatkan kepenuhan pada waktunya; dan bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Ibu Sara, Elisabet dan Perawan Maria adalah contoh orang-orang beriman, hidup dekat bahkan "menyatu" dengan Allah. Bapa Abraham ialah bapa kaum beriman kepada Allah yang Esa. Keimanannya yang bulat kepada Allah ditunjukkannya dengan hidup menurut kehendak Allah dan puncaknya tampak dari kesediaannya mengorbankan anaknya. Sedangkan Zakharia dan Elisabet adalah orang-orang benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat (Lukas 1, 6). Dan Maria ialah hamba Tuhan, yang hidup menurut kehendak dan perkataan Allah.
Doa dan harapan orang-orang beriman seperti Bapa Abraham dan ibu Sara, Bapa Zakharia dan ibu Elisabeth didengarkan dan dikabulkan atau dipenuhi oleh Allah. Iskak dan Yohanes adalah buah-buah iman mereka kepada Allah.Anak-anak yang dimohon dengan penuh iman kepada Allah, pada masa dewasa dan tuanya menjadi orang-orang tangan kanan Tuhan juga.
Oleh karena itu, pasangan suami-istri yang berdoa memohon kepada Allah putra-putri yang baik dan sehat, maka Allah akan menganugerahkannya demikian. Dan setiap ibu yang sedang mengandung, sudah layak dan sepantasnya terus menerus menghaturkan puji syukur dan mohon berkat Allah agar anak yang dikandungnya tumbuh baik dan sehat. Dan hidupnya setiap saat setiap hari seperti ibu Sara, Elisabet, dan Maria selalu menuruti kehendak Allah. Menurut kehendak Allah, bukan menurut kemauan sendiri.
Banyak orangtua, pasangan bapak-ibu yang hidup kesehariannya berusaha menuruti kehendak Allah, mengusahakan hidup dengan cara baik dan benar, aktif berkomunikasi dengan Allah, mencintai-Nya dan mencintai sesama. Dari pasangan-pasangan bapak-ibu yang beriman kepada Allah demikian, kita saksikan pula anak-anak yang tumbuh baik, hidup suci, sehat, cinta, sabar, rendah hati, bijak, pintar, takut akan Allah, selamat dan selalu ada dalam lindungan Tuhan. Kita dapat belajar dengan terbuka melihat pada keluarga-keluarga di sekitar tempat tinggal kita.
Rabu, 15 Agustus 2012
PENGURUS STASI PERIODE 2010-2012
PENGURUS STASI
GEREJA KATOLIK STASI MATER DEI IMOGIRI
PERIODE 2010-2012
Ketua
Yohannes Suraja
Wakil Ketua 1
Maurinus Kristiadi
Wakil Ketua 2
FX. Sukaryono
Sekretaris 1
M. Udi Harjanto
Sekretaris 2
FB. Jatmiko
Bendahara 1
Paulus Muryono
Bendahara 2
YB. Sunu Dwi Supriyadi
Bendahara 3
St. Ari Wahyu Setyoko
Ka Bidang Liturgi
F. Joko Iswantoro
Ka Bidang Pewartaan
Yan Susetyo Haryono
Ka Bidang Sarpras
Yohanes Suharto
Ka Bidang Paguyuban
Yohanes Wasito
Ka Bidang Sosial Ekonomi
Riswinarto
Ka Bidang Penelitian
Lusius Setyowanto Nugroho
Visi
Dengan meneladan Ibu Maria, dan bimbingan Roh Kudus Umat Katolik Stasi Imogiri berusaha menghadirkan Kerajaan Allah agar semakin signifikan dan relevan bagi sesama
DOA PUJIAN KEPADA PERAWAN MARIA BUNDA ALLAH
PUJIAN KEPADA PERAWAN MARIA
BUNDA ALLAH
25 Desember - 1 Januari
Umat Katolik
Lingkungan St. Antonius
Lingkungan St. Paulus
Lingkungan St. Petrus Kanisius
Lingkungan St. Stefanus Raja
Lingkungan St. Yustinus
Lingkungan St. Yusup
Stasi Mater Dei Imogiri
Paroki St. Yakobus Klodran Bantul
Daerah Istimewa Yogyakarta
PUJIAN KEPADA PERAWAN MARIA
BUNDA ALLAH (MATER DEI)
Sebagai persiapan penghormatan, gambar atau patung Perawan Maria dipasang; dan lilin dinyalakan.
HARI PERTAMA
MISTERI PENJELMAAN TERPENUHI DALAM MARIA
PENGAKUAN TENTANG MISTERI INI OLEH YOHANES
PEMBAPTIS DAN YUSUF (1)
Nyanyian Pembukaan : Hai Marilah Kita Bersama
Pembukaan
P : Dalam Nama Allah Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus
U : Amin
Seruan Pujian
P : Dimuliakanlah kerajaan Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, sekarang, selalu, dan selama-lamanya.
U : Amin
Ajakan Tobat
P + U : Saya mengaku.......
Seruan Kepada Roh Kudus
P+U : Raja Surgawi, Roh Penghibur, Roh Kebenaran, yang hadir di mana-mana dan memenuhi segala-galanya, perbendaharaan semua kebaikan dan sumber semua kehidupan, datanglah dan tinggallah di dalam diri kami, bersihkanlah dan selamatkanlah kami, Dikau yang Serba-Baik.
Membaca Kitab Suci
Pembacaan dari Nabi Yesaya (7:10-14)
Tuhan melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya, “Mintalah suatu pertanda dari Tuhan, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.” Tetapi Ahas menjawab, “Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai Tuhan.” Lalu berkatalah Nabi Yesaya, “Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu, Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda : Sesungguhnya, seorang perempuan muda akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
Nyanyian Antar Bacaan : Mari Memuji dan Bergembira
Renungan Sejenak : Semua Berdiam Diri
Pemimpin mengajak umat memahami bahwa peran seorang perempuan muda, yakni Perawan Maria yang akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Perannya ini telah diperwahyukan oleh Allah melalui Nabi Yesaya.
Membacakan/Mendaraskan Pujian
Bagian P dapat didaraskan bergantian seorang Putra/Putri
P: Manggala para Malaikat, diutus turun dari Surga, untuk menyampaikan “Salam!” kepada Bunda Allah. Bersama salam surgawi, bukan duniawi, ketika menyaksikan Engkau menjadi daging dalam rahim Bunda-Perawan, ya Tuhan penyelamat kami, Malaikat-Mu bergembira, melantunkan pujian agung Ibu-Mu :
Bersukacitalah, karena engkau, kegembiraan kami dijadikan berseri-seri;
Bersukacitalah, karena engkau, kutukan kami kini terhapus selama-lamanya;
Bersukacitalah, o penyelamat Adam yang jatuh;
Bersukacitalah, o penghapus air mata Hawa.
Bersukacitalah, ya puncak tak terdekati, tak terpahami;
Bersukacitalah, ya lubuk dalam segenap pengetahuan yang mempesonakan para malaikat.
Bersukacitalah, sasana kudus, tempat singgasana Raja;
Bersukacitalah, yang melahirkan Hidup dan Penopang segala-galanya.
Bersukacitalah, Bintang yang mewartakan Fajar;
Bersukacitalah, Rahim tempat Allah menjadi Daging;
Bersukacitalah, dengan perantaraanmu Ciptaan dijadikan baru;
Bersukacitalah, dengan perantaraanmu Pencipta menjadi Anak, lahir daripadamu.
U : Bersukacitalah, Perawan Suci dan Mempelai 2X
P: Maria mengetahui panggilannya sebagai perawan. Maka dengan berani ia berkata kepada Malaikat: Kata-kata pewartaanmu sungguh luar biasa, di luar daya penangkapan dan pengertian rohku - dari rahim seorang perawan akan lahir seorang anak, demikian engkau wartakan, ketika engkau berseru : Alleluia!
U : Alleluia, alleluia
P: Perawan Maria kemudian merenung-renung untuk masuk ke dalam misteri itu, dan bertanya kepada Malaikat Allah, “Bagaimana rahim perawanku dapat melahirkan seorang anak bagi dunia? Katakan!”. Kemudian, dengan penuh hormat Malaikat menyanyikan pujian dan berkata :
Bersukacitalah, penuntun kepada rencana Allah.
Bersukacitalah, sinar suatu misteri mahadalam.
Bersukacitalah, yang pertama dari mujizat-mujizat Kristus.
Bersukacitalah, yang menampung semua Kebenaran-Nya.
Bersukacitalah, tangga Surga, yang menyediakan jalan bagi Allah.
Bersukacitalah, jembatan jurang antara Surga dan Manusia.
Bersukacitalah, tanda agung yang diwartakan bala tentara surgawi.
Bersukacitalah, penggentar pasukan dan daya kuasa kejahatan.
Bersukacitalah, ya pengemban Sinar yang tak terperikan.
Bersukacitalah, satu-satu penjaga semua sarana tanda ini
Bersukacitalah, yang lebih agung daripada pengetahuan orang bijak.
Bersukacitalah, di dalam hati umat beriman engkau bersinar.
U : Bersukacitalah, Perawan Suci dan Mempelai 2X
P: Kuasa Yang Mahatinggi menaungi dan menjadikan Ibu, Perawan yang suci murni : Maka rahimnya dibangkitkan oleh Allah, menjadi tanah subur kehidupan yang kaya untuk semua orang, yang merindukan datangnya keselamatan dan lantunan nyanyian pujian : Alleluia!
U: Alleluia, alleluia
P: Dengan mengandung Tuhan dalam rahimnya, Maria yang kudus dengan hati ikhlas mengunjungi dan menyalami saudari sepupunya. Anak dalam kandungan Elisabet mendengar lantunan ucapan salam Sang Perawan, bergembira, dan sambil menari dan menyanyi memuji Bunda Allah :
Bersukacitalah, ya cabang akar yang kudus;
Bersukacitalah, pohon yang ber-Buah paling sempurna;
Bersukacitalah, engkau mengasuh Allah Pencipta
Bersukacitalah, engkau membuahkan Penanam hidup
Bersukacitalah, kebun kudus yang menghasilkan belas kasih berlimpah
Bersukacitalah, meja yang penuh kasih karunia surgawi
Bersukacitalah, engkau membawa tunas-tunas hidup kepada tanah yang gersang
Bersukacitalah, engkau membangun bagi umat beriman tempat perlindungan yang aman sentosa
Bersukacitalah, engkau pedupaan harum semerbak segala permohonan
Bersukacitalah, engkau pengampunan manis berlimpah bagi dunia yang berduka
Bersukacitalah, tanda belas kasih Allah kepada bangsa kita
Bersukacitalah, nyanyian pengharapan bangsa kita di hadapan Allah
U : Bersukacitalah, Perawan Suci dan Mempelai 2X
P: Dengan hati gundah gulana, pikiran tidak keruan. Yusuf yang bijaksana mondar-mandir : meski percaya engkau tetap senantiasa murni, ia khawatir jangan-jangan engkau ingkar janji, ya Perawan! Namun, sesudah mendengar tentang Anakmu dari pemberitahuan Roh, ia berseru : Alleluia!
U: Alleluia, alleluia
Litani Mohon Damai
P : Dalam damai, marilah kita berdoa kepada Tuhan.
Tuhan, kasihasilah kami
U : Tuhan, kasihanilah kami
P : Tuhan, kasihasilah kami
U : Tuhan, kasihanilah kami
P : Tuhan, kasihasilah kami
U : Tuhan, kasihanilah kami
P : Ya Allah berkenanlah untuk menganugerahkan kedamaian yang berasal dari surga, dan untuk
keselamatan kita. Marilah kita mohon....
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
P : Ya Allah berkenanlah untuk memberikan perdamaian di seluruh dunia, untuk kesejahteraan Gereja-gereja Allah yang kudus, dan untuk persatuan semua orang. Marilah kita mohon.....
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
P : Ya Allah berkenanlah menganugerahkan hidup suci, bijak, dan penuh cinta kepada Bapa Suci Paus Benediktus, uskup Yohannes Pujasumarta, dan semua uskup, untuk rama paroki, dan semua imam, diakon, dan pemuka umat agar sanggup membimbing dan memberi teladan seluruh umat Allah yang kudus. Marilah kita mohon.....
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
P : Ya Allah berkenanlah menganugerahkan kematangan berpikir, kematangan rasa, rohani dan kesehatan fisik yang baik bagi para pemegang kekuasaan pemerintahan dan mereka yang bekerja demi keamanan serta kesejahteraan semua orang, agar mampu bersikap jujur, bertindak bijak, adil, jujur dan selalu siap berkorban bagi kesejahteraan masyarakat. Marilah kita mohon.....
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
P : Ya Allah berkenanlah menganugerahkan berkat hidup rejeki sehari-hari, kemampuan meminta maaf dan memberi pengampuna, dan bebas dari segala macam bentuk kejahatan bagi umat Paroki dan Stasi, serta seluruh anggota masyarakat di daerah ini. Marilah kita mohon.....
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
P : Ya Allah berkenanlah menganugerahkan kepada bangsa kami cuaca yang baik, untuk melimpahnya hasil-hasil bumi, dan masa-masa penuh kedamaian. Marilah kita mohon.....
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
P : Ya Allah berkenanlah menganugerahkan keamanan dan keselamatan bagi mereka yang pergi
mengunjungi orang-orang yang sakit, menderita, dan dipenjara. Berkenanlah juga menganugerahkan kesehatan dan kekuatan kepada yang sakit, penghiburan bagi mereka yang menderita, dan semangat tobat bagi para penjahat. Marilah kita mohon.....
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
P : Ya Allah berkenanlah Engkau membebaskan kami dari segala kesusahan, kemurkaan,
dan kekurangan. Marilah kita mohon.....
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
P : Ya Allah berkenanlah melindungi kami, menyelamatkan kami, berbelaskasihan kepada
kami, dan jagailah kami tetap sehat walafiat, ya Allah, berkat Rahmat-Mu. Marilah kita mohon....
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
P : Dengan mengingat Maria yang sangat suci dan mulia, Bunda Allah dan tetap Perawan, bersama-sama dengan semua Orang Kudus di surga, marilah kita menyerahkan diri kita masing-masing, dan satu sama lain, dan seluruh hidup kita, kepada Kristus, Allah kita.
U : Kepada-Mu, ya Tuhan kami berserah. Sebab kepada-Mulah seluruh kemuliaan dan kehormatan dan sembah sujud, ya Bapa, Putra, dan Roh Kudus, sekarang dan selalu dan selama-lamanya. Amin.
Mendaraskan Doa Umat Stasi secara bersama-sama :
DOA UMAT
STASIGEREJA KATOLIK MATER DEI IMOGIRI
STASIGEREJA KATOLIK MATER DEI IMOGIRI
Allah Bapa kami yang bertakhta di surga, kami bersyukur, melalui Putera-Mu Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah mendirikan Gereja-Mu, dan menabur benih iman yang telah tumbuh, berkembang dan berbuah di Stasi Imogiri. Kami bersyukur, karena melalui dan di dalam Putera-Mu Tuhan Yesus, kami telah Kau satukan di dalam keluarga Kerajaan-Mu. Kami boleh hidup dalam Tuhan, dan Tuhan menghidupi kami. Kami menyadari bahwa kami tidak dapat hidup terpisah dari Tuhan Yesus yang menjadi Pokok hidup dan kami carang-carangnya.
Agar kami senantiasa dapat hidup sebagai putra-putri-Mu yang setia mengikuti Tuhan Yesus dan melaksanakan ajaran-ajaran-Nya, berkenanlah Engkau menolong dan memberkati kami. Ampunilah dosa-dosa kami. Bukalah hati dan pikiran kami agar mampu mengatasi kelemahan manusiawi kami dan terbuka pada kehendak-Mu. Berkatilah kami dengan Roh Kudus-Mu, yang menguatkan roh, jiwa dan raga kami, harapan, iman dan semangat cinta kami. Roh Kudus yang memberikan kepada kami pengetahuan dan kebijaksanaan untuk menghadapi aneka permasalahan kehidupan yang berat sekalipun, dengan tegar, baik dan benar, seperti yang telah dialami Tuhan Yesus di dalam hidup-Nya, dalam penderitaan jalan salib sampai wafat-Nya yang menjadi berkat keselamatan dan kehidupan kekal bagi manusia yang percaya. Roh Kudus yang memberikan kesabaran dan semangat kerendahan hati, sehingga kami bisa saling menghormati sebagai saudara di dalam hidup menggereja, bermasyarakat dan bernegara.
Selain itu kami juga mohon berkat pertolongan-Mu ya Tuhan; berkenanlah memanggil kembali saudara-saudari yang selama ini tidak aktif atau meninggalkan gereja, agar memiliki hidup dengan semangat, berani, dan mau kembali ke pangkuan gereja, serta setia mengikuti Putera-Mu Tuhan Yesus, dan bersama-sama kami memuliakan Tuhan di dalam Kerajaan-Mu yang abadi.
Bunda Maria, Bunda Tuhan Yesus dan bunda kami, doakanlah kami selalu. Amin.
Bapa Kami....
Salam Maria... 3X.
Kemuliaan....
Terpujilah....
Doa Penutup : Sembahyangan Bengi/Doa malam
Nyanyian Penutup : Salam Santa Maria
HARI KEDUA
MISTERI PENJELMAAN TERPENUHI DALAM MARIA (2)
Nyanyian Pembukaan : Hai Marilah Kita Bersama
Pembukaan
P : Dalam Nama Allah Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus
U : Amin
Seruan Pujian
P : Dimuliakanlah kerajaan Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, sekarang, selalu, dan selama-lamanya.
U : Amin
Ajakan Tobat
P + U : Saya mengaku.......
Seruan Kepada Roh Kudus
P+U : Raja Surgawi, Roh Penghibur, Roh Kebenaran, yang hadir di mana-mana dan memenuhi segala-galanya, perbendaharaan semua kebaikan dan sumber semua kehidupan, datanglah dan tinggallah di dalam diri kami, bersihkanlah dan selamatkanlah kami, Dikau yang Serba-Baik.
Membaca Kitab Suci
Pembacaan dari Surat Paulus kepada Jemaat di Galatia (4: 4-7)
Setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru “ya Abba, ya Bapa!” Jadi, kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
Nyanyian Antar Bacaan : Mari Memuji dan Bergembira
Renungan Sejenak : Semua Berdiam Diri
Pemimpin mengajak umat memahami beberapa hal berikut :
1. Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan ialah Perawan Maria yang semasa hidupnya sangat taat kepada hukum Taurat sebagai perwujudan imannya kepada Allah.
2. Allah mengutus Anak-Nya, Tuhan Yesus untuk menebus dosa manusia segala bangsa yang percaya.
3. Karena iman kita kepada Anak-Nya atau iman kita kepada Tuhan Yesus, maka kita juga diterima menjadi anak-Nya. Kita adalah anak-anak Allah, dan karena itu Allah Bapa berkenan menyuruh Roh Putra-Nya ke dalam hati kita, dan oleh karenanya kita berseru “ya Abba, ya Bapa!” kepada Allah Bapa.
4. Karena kita telah diterima menjadi Anak-Nya, maka kita juga ahli-ahli waris. Tuhan Yesus, Anak-Nya telah menerima kemuliaan Surgawi dan kehidupan kekal. Maka kita yang percaya kepada Allah Bapa dan Putra-Nya Tuhan Yesus, kelak juga akan berhak menerima kemuliaan dan kehidupan kekal. Syukur kepada Allah. Alleluia.
Membacakan/Mendaraskan Pujian
Litani Mohon Damai
Mendaraskan Doa Umat Stasi
Doa Penutup : Sembahyangan Bengi/Doa malam
Nyanyian Penutup : Salam Santa Maria
HARI KETIGA
MISTERI DINYATAKAN. DARI JAUH DAN DEKAT
ORANG DATANG KEPADA TUHAN
Nyanyian Pembukaan : Hai Marilah Kita Bersama
Pembukaan
P : Dalam Nama Allah Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus
U : Amin
Seruan Pujian
P : Dimuliakanlah kerajaan Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, sekarang, selalu, dan selama-lamanya.
U : Amin
Ajakan Tobat
P + U : Saya mengaku.......
Seruan Kepada Roh Kudus
P+U : Raja Surgawi, Roh Penghibur, Roh Kebenaran, yang hadir di mana-mana dan memenuhi segala-galanya, perbendaharaan semua kebaikan dan sumber semua kehidupan, datanglah dan tinggallah di dalam diri kami, bersihkanlah dan selamatkanlah kami, Dikau yang Serba-Baik.
Membaca Kitab Suci
Pembacaan dari Nabi Yesaya (9:1-2, 5-6, 11: 1-4, 10)
Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.
Seorang anak telah lahir untuk kita; seorang putra telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang; Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan Tuhan semesta alam akan melakukan hal ini.
Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh Tuhan akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan; ya, kesenangannya ialah takut akan Tuhan. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan napas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.
Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.
P : Demikianlah sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
Nyanyian Antar Bacaan : Mari Memuji dan Bergembira
Renungan Sejenak : Semua Berdiam Diri
Membacakan/Mendaraskan Pujian
Bagian P dapat didaraskan bergantian seorang Putra/Putri
P: Para gembala telah mendengar bala tentara surgawi menyanyi tentang Kristus yang telah menjelma. Mereka lari untuk menghadap Sang Gembala, dan menatap-Nya, Anak Domba Allah yang tak bercela, disusui oleh Perawan Maria, lalu mereka menyanyi memujinya :
Bersukacitalah, Ibu Sang Gembala dan Anak Domba;
Bersukacitalah, Kandang bagi Umat Allah;
Bersukacitalah, ya palang penghalang serangan si durhaka;
Bersukacitalah, ya Kunci pembuka pintu Surga.
Bersukacitalah, oleh karena engkau seluruh surga bersorak sorai bersama dengan bumi
Bersukacitalah, oleh karena engkau bumi dan surga bernyanyi satu suara;
Bersukacitalah, ya suara tak kenal lelah para Rasul pilihan Allah.
Bersukacitalah, ya kerinduan tak kunjung putus para Martir yang menumpahkan darah demi Kristus.
Bersukacitalah, ya dasar landasan Iman yang perkasa;
Bersukacitalah, ya panji-panji Rahmat yang mengagumkan
Bersukacitalah, oleh karena engkau Neraka jaham dilucuti;
Bersukacitalah, oleh karena engkau kami diberi busana kemuliaan Ilahi
Bersukacitalah, Perawan kudus dan Mempelai!
U : Bersukacitalah, Perawan Suci dan Mempelai 2X
P : Di langit muncul sebuah bintang, menunjukkan jalan menuju Yang Abadi, diikuti oleh para Majus bestari sebagai dian penuntun yang pasti. Dengan bimbingannya mereka mencari-Mu, ya Allah Yang Mahatinggi. Ketika sampai di tempat Tuhan yang tak tergapai, nyaringlah seruan mereka : Alleluia!.
U : Alleluia, alleluia.
P Dalam embanan Ibu-Nya, akhirnya mereka melihat Dia, Allah Mahaagung, yang tangan-Nya sendiri menjadikan kita semua. Sungguh-sungguh mereka tahu Ia adalah Tuhan, meski tersembunyi dalam rupa hamba. Dan persembahan warna-warni dengan tulus hati mereka unjukkan sambil berkata kepada Ibu-Nya yang berbahagia :
Bersukacitalah, Bunda Sang Surya yang tak pernah terbenam
Bersukacitalah, Fajar menyingsingnya Hari rohani
Bersukacitalah, pemadam bara kepalsuan
Bersukacitalah, mercu suar Kebenaran Allah Tritunggal
Bersukacitalah, engkau menyuramkan takhta Tiran yang keji
Bersukacitalah, engkau menunjukkan kepada kami Kristus Tuhan dan Raja belas kasih
Bersukacitalah, engkau membebaskan kami dari tata cara yang kejam dan keji
Bersukacitalah, engkau menyelamatkan kami dari kabut nasib yang kelam dan mengerikan
Bersukacitalah, engkau menghancurkan penyembahan berhala
Bersukacitalah, engkau memadamkan api durhaka yang membara
Bersukacitalah, pembimbing terceria bagi budi pikiran umat beriman
Bersukacitalah, kegembiraan termurni bagi dunia dan penghuninya
Bersukacitalah, Perawan kudus dan Mempelai!
U : Bersukacitalah, Perawan Suci dan Mempelai 2X
P: Para Majus pulang kembali ke Babel, menjadi bentara-bentara Allah. Nubuat-Mu, ya Tuhan, mereka wujudnyatakan, dan Nama-Mu, ya Kristus Juruselamat, mereka wartakan, tidak peduli akan Herodes, si Bodoh, yang tak pernah dapat menyanyi : Alleluia!
U : Alleluia, alleluia.
P: Kebenaran cemerlang bersinar masuk ke Mesir, Engkau usir gelap gulita kesesatan : oleh Kuasa Allah, ya Tuhan yang terberkati, berhala-berhala runtuh, menjadi tak berarti sama sekali dalam kelemahan mereka. Dang orang-orang yang diselamatkan menyanyi dan memuji kepada Bunda Allah :
Bersukacitalah, ya pengangkat bangsa manusia yang jatu
Bersukacitalah, ya penghancur Pemerintahan Dunia Bawah
Bersukacitalah, ya penginjak-injak kedustaan dan kesesatan
Bersukacitalah, ya penyibak tipu daya penyembahan berhala
Bersukacitalah, ya lautan terberkati yang menenggelamkan bala tentara Firaun
Bersukacitalah, ya batu cadas terberkati yang mencurahkan air Hidup yang segar
Bersukacitalah, ya tugu api, sinar terang bagi semua orang dalam kegelapan
Bersukacitalah, ya awan pelindung, tidak ada awan pelindung yang akan pernah menaungi kami seperti engkau
Bersukacitalah, engkau memberi kami Manna dari Surga
Bersukacitalah, engkau menyuguhi kami Santapan tersuci
Bersukacitalah, engkau senantiasa Tanah rohani Perjanjian-Nya
Bersukacitalah, engkau senantiasa Tanah yang mengalirkan madu dan susu
Bersukacitalah, Perawan kudus dan Mempelai!
U : Bersukacitalah, Perawan Suci dan Mempelai 2X
P: Pada saat hampir meninggalkan dunia yang penuh tipu daya ini, Simeon, penjaga Bait Allah, mendapat ilham. Melihat seorang bayi dipersembahkan, bayi kecil mungil. Ia mengenal-Mu, ya Kristus, Tuhan segala kesempurnaan. Maka, digerakkan oleh Kebijaksanaan Abadi, ia berseru dan memuji : Alleluia!
U : Alleluia, alleluia.
Litani Mohon Damai
Mendaraskan Doa Umat Stasi
Doa Penutup : Sembahyangan Bengi/Doa malam
Nyanyian Penutup : Salam Santa Maria
HARI KEEMPAT
PENJELMAAN ADALAH KARYA ALLAH
Nyanyian Pembukaan : Hai Marilah Kita Bersama
Pembukaan
P : Dalam Nama Allah Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus
U : Amin
Seruan Pujian
P : Dimuliakanlah kerajaan Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, sekarang, selalu, dan selama-lamanya.
U : Amin
Ajakan Tobat
P + U : Saya mengaku.......
Seruan Kepada Roh Kudus
P+U : Raja Surgawi, Roh Penghibur, Roh Kebenaran, yang hadir di mana-mana dan memenuhi segala-galanya, perbendaharaan semua kebaikan dan sumber semua kehidupan, datanglah dan tinggallah di dalam diri kami, bersihkanlah dan selamatkanlah kami, Dikau yang Serba-Baik.
Membaca Kitab Suci
Pembacaan dari Kitab Nabi Yesaya (61: 10-11)
Aku bersukaria di dalam Tuhan, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dn seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikian Tuhan Allah akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.
P : Demikianlah sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
Nyanyian Antar Bacaan : Mari Memuji dan Bergembira
Renungan Sejenak : Semua Berdiam Diri
Membacakan/Mendaraskan Pujian
Bagian P dapat didaraskan bergantian seorang Putra/Putri
P : Pencipta segala sesuatu membuat Ciptaan baru tampak di tengah-tengah kita, anak-anak-Nya terkasih : Yesus tumbuh berkembang dari Perawan, yang Rahimnya dilestarikan-Nya tetap murni tanpa cela. Tergetar hati kita oleh keajaiban ini, riang gembira kita menyanyi memuji Sang Perawan :
Bersukacitalah, bakung cemerlang kehidupan murni
Bersukacitalah, mahkota ceria penguasaan diri
Bersukacitalah, pemberi kilatan terang Kebangkitan
Bersukacitalah, penyingkap kehidupan para malaikat
Bersukacitalah, pohon terindah penghasil buah makanan Umat beriman
Bersukacitalah, tanaman termolek pemberi naungan teduh kepada semua orang
Bersukacitalah, engkau mengandung Dia yang menjadi Pembimbing mereka yang mengembara
Bersukacitalah, engkau melahirkan Pembebas para budak
Bersukacitalah, ya pinta Umat kepada Hakim yang adil
Bersukacitalah, ya ampun bagi semua yang sesat
Bersukacitalah, o busana patut bagi jiwa-jiwa yang kehilangan rahmat
Bersukacitalah, o kasih sepenuhnya yang melebihi tiap hasrat
Bersukacitalah, Perawan kudus dan Mempelai!
U : Bersukacitalah, Perawan Suci dan Mempelai 2X
P : Terpesona oleh kelahiran-Nya, kita bertolak dari dunjia ini, untuk memandang keajaiban-keajaiban surgawi: Dalam wujud manusia yang hina dina, Yang Mahatinggi datang dan lahir di tengah-tengah kita, untuk membimbing menuju ke surga, semua yang berseru kepada-Nya dengan gembira : Alleluia!
U : Alleluia, alleluia
P : Ia datang ke bumi milik-Nya, namun surga tetap dipenuhi oleh Firman Allah dalam kemuliaan-Nya yang tak terbatas. Allah kita, dengan tidak berpindah tempat tetapi menundukkan diri penuh rendah hati, karena cinta kasih kepada bangsa manusia, lahir dari Sang Perawan, Sang Bunda, dan kepadanya kita berseru memuji :
Bersukacitalah, o Singgasana Allah yang tak terbatas
Bersukacitalah, o pintu Misteri Mahaagung
Bersukacitalah, ya Kebenaran pasti yang menggoyahkan orang-orang kufur
Bersukacitalah, ya andalan umat beriman yang patut dibanggakan
Bersukacitalah, sasana suci yang lebih suci daripada takhta Kerubim
Bersukacitalah, bejana berharga yang lebih terberkati daripada takhta Serafim
Bersukacitalah, engkau mempersatukan perbedaan-perbedaan besar keagungan
Bersukacitalah, engkau sekaligus adalah Perawan dan Ibu
Bersukacitalah, dalam dirimu datang pengampunan dosa
Bersukacitalah, dalam dirimu pintu-pintu gerbang Surga terbuka lebar
Bersukacitalah, o kunci terberkati Kerajaan Kristus
Bersukacitalah, o jalan penuh harapan menuju khazanah Allah
Bersukacitalah, Perawan kudus dan Mempelai!
U : Bersukacitalah, Perawan Suci dan Mempelai 2X
P : Terpukau para malaikat, melihat peristiwa agung mulia Penjelmaan-Mu: Allah yang tak terdekati, lebih tinggi dari semuanya, mereka lihat memberi kita jalan untuk mendekati dalam Daging daging kita sendiri, dan tinggal di tengah-tengah kita, sehingga kita masing-masing dapat berseru kepada-Mu dengan nyaring : Alleluia!
U : Alleluia, alleluia
P : Orang yang terfasih dari semua pembicara berdiam diri seperti ikan, di hadapanmu, ya Bunda Allah yang kudus. Tidak pernah ada kata terucap dari bibir mereka yang akan mampu mengungkapkan, betapa engkau sungguh Ibu tetapi tetap Perawan. Namun, kami dipenuhi dengan takjub, dapat menyanyi dalam iman, memuji Misteri ini :
Bersukacitalah, o bejana Kebijaksanaan Kekal
Bersukacitalah, o khazanah kasih pemeliharaan Allah
Bersukacitalah, engkau menunjukkan betapa bodohnya orang cerdik pandai
Bersukacitalah, engkau membuat orang arif bijaksana terdiam
Bersukacitalah, di hadapanmu rencana pelik orang yang suka bertengkar ternyata dungu
Bersukacitalah, di hadapanmu dongeng-dongeng fana dan para pembikinnya ternyata hampa
Bersukacitalah, semua orang yang mengaku pintar menjadi kacau balau oleh jerat jebakanmu
Bersukacitalah, dalam dirimu nelayan-nelayan bersahaja memperoleh tangkapan berlimpah
Bersukacitalah, engkau menarik kami dari jurang kesesatan kelam
Bersukacitalah, engkau mercusuar agung yang menuntun kami kepada Kebenaran
Bersukacitalah, ya perahu penyelamat bagi mereka yang mencari pertolongan
Bersukacitalah, ya bandar pelabuhan pada jalan-jalan lautan kehidupan
Bersukacitalah, Perawan kudus dan Mempelai!
U : Bersukacitalah, Perawan Suci dan Mempelai 2X
P : Untuk menyelamatkan ciptaan, Tuhan semesta alam turun ke bumi dengan suka hati. Allah yang selalu menjadi Gembala kita, sekarang memilih tinggal di tengah-tengah kita sebagai Anak Domba; dalam keserupaan dengan kita, Ia menyebut kita sebagai citra-Nya, maka kita berseru : Alleluia!
U : Alleluia, alleluia.
Litani Mohon Damai
Mendaraskan Doa Umat Stasi
Doa Penutup : Sembahyangan Bengi/Doa malam
Nyanyian Penutup : Salam Santa Maria
HARI KELIMA
MISTERI PASKAH LAHIR DARI PERAWAN MARIA.
GEREJA ORANG KUDUS SEDANG BERJALAN MENUJU SURGA,
TANAH AIR MEREKA (1)
Nyanyian Pembukaan : Hai Marilah Kita Bersama
Pembukaan
P : Dalam Nama Allah Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus
U : Amin
Seruan Pujian
P : Dimuliakanlah kerajaan Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, sekarang, selalu, dan selama-lamanya.
U : Amin
Ajakan Tobat
P + U : Saya mengaku.......
Seruan Kepada Roh Kudus
P+U : Raja Surgawi, Roh Penghibur, Roh Kebenaran, yang hadir di mana-mana dan memenuhi segala-galanya, perbendaharaan semua kebaikan dan sumber semua kehidupan, datanglah dan tinggallah di dalam diri kami, bersihkanlah dan selamatkanlah kami, Dikau yang Serba-Baik.
Membaca Kitab Suci
Pembacaan dari Kitab Nabi Yesaya (60:1-3, 11, 19-21)
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.
Pintu-pintu gerbangmu akan terbuka senantiasa, baik siang maupun malam tidak akan tertutup, supaya orang dapat membawa kekayaan bangsa-bangsa kepadamu, sedang raja-raja mereka ikut digiring sebagai tawanan.
Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tatapi Tuhan akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu akan menjadi keagunganmu. Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab Tuhan akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir. Pendudukmu semuanya orang-orang benar, mereka memiliki negeri untuk selama-lamanya; mereka sebagai cangkokan yang kutanam sendiri untuk memperlihatkan keagungan-Ku.
Bangkitlah dan jadilah terang, hai Yerusalem, sebab terang keselamatanmu sudah datang; Allah menyinari engkau dengan kemuliaan-Nya. Bumi diliputi kegelapan, bangsa-bangsa ditutupi kekelaman; akan tetapi, terang Tuhan terbit di atasmu, cahaya kehadiran-Nya menjadi nyata di atasmu. Bangsa-bangsa datang berduyun-duyun ke terangmu; raja-raja tertarik oleh cahaya yang terbit bagimu. Siang malam pintu gerbangmu akan terbuka, supaya kekayaan bangs-bangsa dapat diantar kepadamu, dengan raja-raja mereka sebagai tawanan.
Engkau tak perlu disinari matahari di waktu siang, dan tak perlu diterangi bulan di waktu malam. Sebab Aku Tuhan menjadi penerang abadi bagimu; Aku menyinari engkau dengan keagungan-Ku.
Bagimu akan ada matahari yang tak pernah terbenam, dan bulan yang tak pernah surut. Sebab Aku Tuhan menjadi penerang abadi bagimu; masa berkabungmu akan berakhir.
Pendudukmu akan bertindak dengan benar; mereka akan memiliki negeri untuk selama-lamanya. Mereka seperti cangkokan yang Kutanam sendiri, untuk menyatakan keagungan-Ku.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
Nyanyian Antar Bacaan : Mari Memuji dan Bergembira
Renungan Sejenak : Semua Berdiam Diri
Membacakan/Mendaraskan Pujian
Bagian P dapat didaraskan bergantian seorang Putra/Putri
P : Engkau, ya Perawan teberkati dan Ibu, pembela para perawan yang mengikuti jejakmu: sebab sedemikian itu, yakni Ciptaan Termurni, engkau telah dijadikan oleh Dia, Tuhan yang memegang kekuasaan di Surga dan di Bumi, sambil tinggal di dalam Rahimmu dengan mengajak kami semua berseru:
Bersukacitalah, ya sinar cemerlang Terang Surya Surgawi
Bersukacitalah, ya pancaran sinar terang yang takkan pernah terbenam
Bersukacitalah, o kilat gemilang yang bercahaya dalam budi pikiran kita
Bersukacitalah, o guntur yang menakutkan musuh-musuh kita
Bersukacitalah, daripadamu memancar Terang yang menyinari dunia
Bersukacitalah, engkau mata air teberkati yang membualkan air Hidup berlimpah
Bersukacitalah, engkau Kolam Penyembuhan tempat orang-orang dimandikan seperti dahulu kala
Bersukacitalah, dalam dirimu datang Dia yang sekarang membersihkan dosa-dosa kita
Bersukacitalah, ya Pancuran teberkati tempat jiwa-jiwa kita dimurnikan
Bersukacitalah, ya piala yang tumpah ruah dengan kegembiraan
Bersukacitalah, engkau wangi-wangian harum Kristus yang mengurapi kita
Bersukacitalah, dari hidupmu datang Perjamuan Pesta Mistik
Bersukacitalah, Perawan Kudus dan Mempelai!
U : Bersukacitalah, Perawan Suci dan Mempelai 2X
P : Tak satu pun nyanyian yang telah ditulis dapat sebanding dengan rahmat-Mu yang tak terhitung, ya Tuhan. Sungguh, kalaupun kita mempersembahkan kidung sebanyak butir-butir pasir di laut, kami tidak pernah dapat mengimbangi kurnia-kurnia-Mu kepada hamba-hamba-Mu, yang menyanyi : Alleluia!
U : Bersukacitalah, Perawan Suci dan Mempelai 2X
P: Dengan kelahiran Putramu, segenap makhluk ciptaan-Nya bersukaria, ya Kenisah Hidup, Pengemban Allah. Rahimmu adalah tempat tinggal yang palin pantas bagi Dia yang memegang segala sesuautu di tangan-Nya sebagai Tuhan. Ia menjadikan engkau sangat suci serta mulia dan mengajar kami untuk menyanyi :
Bersukacitalah, engkau Kemah tempat Firman Allah beristirahat
Bersukacitalah, engkau melebihi yang “Kadis Mukadas”
Bersukacitalah, ya Tabut yang telah disepuh Roh
Bersukacitalah, ya khazanah abadi kekayaan Hidup
Bersukacitalah, o mahkota berharga : para Raja yang suci mengakui engkau sebagai kemuliaan mereka
Bersukacitalah, o panji-panji agung : semua imam yang baik memaklumkan engkau sebagai kebanggaan mereka
Bersukacitalah, o benteng perkasa yang membela Gereja Tuhan
Bersukacitalah, o tembok digdaya yang melindungi Bangsa-bangsa Allah
Bersukacitalah, oleh karena engkau tawanan dan jarahan perang dijunjung
Bersukacitalah, oleh karena engkau, musuh bebuyutan semuanya runtuh
Bersukacitalah, padamu kuperoleh obat penyembuh, yang menyembuhkan kelemahanku;
Bersukacitalah, bersamamu jiwaku menemukan keselamatan
Bersukacitalah, Perawan kudus dan Mempelai!
U : Bersukacitalah, Perawan Suci dan Mempelai 2X
P : O Ibu yang penuh belas kasih, yang melahirkan bagi kami Orang kudus terbesar, Firman Allah sendiri yang teramat suci : sudilah menerima dengan senang hati nyanyian kami! Jauhkanlah kami dari segala kejahatan dan mala petaka! Bebaskanlah kami dari ancaman hukuman, kami anak-anakmu yang berseru : Alleluia!
U : Alleluia, alleluia
Litani Mohon Damai
Mendaraskan Doa Umat Stasi
Doa Penutup : Sembahyangan Bengi/Doa malam
Nyanyian Penutup : Salam Santa Maria
HARI KEENAM
MISTERI PASKAH LAHIR DARI PERAWAN MARIA.
GEREJA ORANG KUDUS SEDANG BERJALAN MENUJU SURGA,
TANAH AIR MEREKA (2)
Nyanyian Pembukaan : Hai Marilah Kita Bersama
Pembukaan
P : Dalam Nama Allah Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus
U : Amin
Seruan Pujian
P : Dimuliakanlah kerajaan Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, sekarang, selalu, dan selama-lamanya.
U : Amin
Ajakan Tobat
P + U : Saya mengaku.......
Seruan Kepada Roh Kudus
P+U : Raja Surgawi, Roh Penghibur, Roh Kebenaran, yang hadir di mana-mana dan memenuhi segala-galanya, perbendaharaan semua kebaikan dan sumber semua kehidupan, datanglah dan tinggallah di dalam diri kami, bersihkanlah dan selamatkanlah kami, Dikau yang Serba-Baik.
Membaca Kitab Suci
Pembacaan dari Kitab Nabi Yehezkiel (36: 24-28)
Dari setiap bangsa dan negeri, kamu akan Kukumpulkan dan Kupulangkan ke tanahmu sendiri. Setelah itu kamu akan Kuperciki dengan air jernih, supaya kamu bersih dari segala berhalamu dan dari segala sesuatu yang telah mencemarkan kamu. Maka kamu Kuberi hati yang baru dan pikiran yang baru. Hatimu yang sekeras batu itu akan Kuganti dengan hati yang taat. Roh-Ku akan Kucurahkan ke dalam hatimu dan kamu akan Kujaga supaya hidup menurut hukum-hukum-Ku serta mentaati segala perintah-Ku. Maka kamu akan tinggal di tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu. Kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku pun akan menjadi Allahmu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
Nyanyian Antar Bacaan : Mari Memuji dan Bergembira
Renungan Sejenak : Semua Berdiam Diri
Membacakan/Mendaraskan Pujian
Litani Mohon Damai
Mendaraskan Doa Umat Stasi
Doa Penutup : Sembahyangan Bengi/Doa malam
Nyanyian Penutup : Salam Santa Maria
HARI KETUJUH
MISTERI PASKAH LAHIR DARI PERAWAN MARIA.
GEREJA ORANG KUDUS SEDANG BERJALAN MENUJU SURGA,
TANAH AIR MEREKA (3)
Nyanyian Pembukaan : Hai Marilah Kita Bersama
Pembukaan
P : Dalam Nama Allah Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus
U : Amin
Seruan Pujian
P : Dimuliakanlah kerajaan Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, sekarang, selalu, dan selama-lamanya.
U : Amin
Ajakan Tobat
P + U : Saya mengaku.......
Seruan Kepada Roh Kudus
P+U : Raja Surgawi, Roh Penghibur, Roh Kebenaran, yang hadir di mana-mana dan memenuhi segala-galanya, perbendaharaan semua kebaikan dan sumber semua kehidupan, datanglah dan tinggallah di dalam diri kami, bersihkanlah dan selamatkanlah kami, Dikau yang Serba-Baik.
Membaca Kitab Suci
Pembacaan dari Kitab Nabi Yehezkiel (34:11-15, 23-25, 26-27, 29-31)
Sebab beginilah firman Tuhan Allah: Dengan sesungguhnya, Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya. Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-dombaKu dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari hari kegelapan. Aku akan membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari negeri-negeri dan membawa mereka ke tanahnya; Aku akan menggembalakan mereka di atas gunung-gunung Israel, di alur-alur sungainya dan di semua tempat kediaman orang di tanah itu. Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan di atas gunung-gunung Israel yang tinggi di situlah tempat penggembalaannya; di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring dan rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel. Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring.
Aku akan mengangkat satu orang gembala atas mereka, yang akan menggembalakannya, yaitu Daud, hamba-Ku; dia akan menggembalakan mereka dan menjadi gembalanya. Dan Aku, Tuhan, akan menjadi Allah mereka serta hamba-Ku Daud menjadi raja di tengah-tengah mereka. Aku, Tuhan, yang mengatakannya. Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka dan Aku akan meniadakan binatang buas dari tanah itu, sehingga mereka dapat diam di padang gurun dengan aman tenteram dan dapat tidur di hutan-hutan.
Aku akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat; Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; itu adalah hujan yang membawa berkat. Pohon-pohon di ladang akan memberi buahnya dan tanah itu akan memberi hasilnya. Mereka akan hidup aman tenteram di tanahnya. Mereka akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan pada saat Aku mematahkan kayu kuk mereka dan melepaskan mereka dari tangan orang yang memperbudak mereka.
Aku akan mendirikan bagi mereka suatu taman kebahagiaan, sehingga di tanah itu tidak seorangpun akan mati kelaparan dan mereka tidak lagi menanggung noda yang ditimbulkan bangsa-bangsa. Dan mereka akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, Allah mereka menyertai mereka dan mereka, kaum Israel, adalah umat-Ku, demikianlah firman Tuhan Allah.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
Nyanyian Antar Bacaan : Mari Memuji dan Bergembira
Renungan Sejenak : Semua Berdiam Diri
Membacakan/Mendaraskan Pujian
Litani Mohon Damai
Mendaraskan Doa Umat Stasi
Doa Penutup : Sembahyangan Bengi/Doa malam
Nyanyian Penutup : Salam Santa Maria
"Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hisup bijaksana, adil, dan beribadah di dalam dunia sekarang ini, dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus" (Titus 2, 12-13).
Ad Maiorem Dei Gloriam
Demi Kemuliaan Tuhan yang lebih Besar
Digubah oleh Yohannes Suraja
untuk keperluan Pujian kepada Perawan Maria Mater Dei
Pelindung Gereja Katolik Stasi Imogiri
dari buku
Pujian kepada Perawan Maria Bunda Allah
Terjemahan A. Widyamartaya
Percetakan Kanisius Yogyakarta
dalam rangka memasuki Milenium ke-3
Langganan:
Postingan (Atom)