Rabu, 15 Agustus 2012

ANAK ANUGERAH TUHAN

Bacaan Kejadian 21 : 1-7 dan Lukas 1 : 39-45

Dari Kitab Kejadian 21 : 1-7, kita mengetahui bahwa Ibu Sara mendapat kepenuhan janji Allah. Dia mengandung pada usia tua. Dari Ibu Sara, Bapa Abrahim mempunyai anak Iskak. Dari Injil Lukas 1 : 13, kita juga mengetahui bahwa Ibu Elisabet mengandung pada usia tua yang kemudian melahirkan Yohanes (Pembaptis). Dan Lukas 1, 26-38 mengisahkan tentang pewartaan malaikat Gabriel kepada Perawan Maria yang akan mengandung karena Roh Kudus. Dari ketiganya kita dapat mengatakan bahwa bagi orang yang percaya, janji Allah akan mendapatkan kepenuhan pada waktunya; dan bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Ibu Sara, Elisabet dan Perawan Maria adalah contoh orang-orang beriman, hidup dekat bahkan "menyatu" dengan Allah. Bapa Abraham ialah bapa kaum beriman kepada Allah yang Esa. Keimanannya yang bulat kepada Allah ditunjukkannya dengan hidup menurut kehendak Allah dan puncaknya tampak dari kesediaannya mengorbankan anaknya. Sedangkan Zakharia dan Elisabet adalah orang-orang benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat (Lukas 1, 6). Dan Maria ialah hamba Tuhan, yang hidup menurut kehendak dan perkataan Allah.

Doa dan harapan orang-orang beriman seperti Bapa Abraham dan ibu Sara, Bapa Zakharia dan ibu Elisabeth didengarkan dan dikabulkan atau dipenuhi oleh Allah. Iskak dan Yohanes adalah buah-buah iman mereka kepada Allah.Anak-anak yang dimohon dengan penuh iman kepada Allah, pada masa dewasa dan tuanya menjadi orang-orang tangan kanan Tuhan juga.

Oleh karena itu, pasangan suami-istri yang berdoa memohon kepada Allah putra-putri yang baik dan sehat, maka Allah akan menganugerahkannya demikian. Dan setiap ibu yang sedang mengandung, sudah layak dan sepantasnya terus menerus menghaturkan puji syukur dan mohon berkat Allah agar anak yang dikandungnya tumbuh baik dan sehat. Dan hidupnya setiap saat setiap hari seperti ibu Sara, Elisabet, dan Maria selalu menuruti kehendak Allah. Menurut kehendak Allah, bukan menurut kemauan sendiri.

Banyak orangtua, pasangan bapak-ibu yang hidup kesehariannya berusaha menuruti kehendak Allah, mengusahakan hidup dengan cara baik dan benar, aktif berkomunikasi dengan Allah, mencintai-Nya dan mencintai sesama. Dari pasangan-pasangan bapak-ibu yang beriman kepada Allah demikian, kita saksikan pula anak-anak yang tumbuh baik, hidup suci, sehat, cinta, sabar, rendah hati, bijak, pintar, takut akan Allah, selamat dan selalu ada dalam lindungan Tuhan. Kita dapat belajar dengan terbuka melihat pada keluarga-keluarga di sekitar tempat tinggal kita.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar